Benarkah Anime Hanya Untuk Anak Kecil Saja? - Dewa Otaku

Wednesday, October 21, 2020

Benarkah Anime Hanya Untuk Anak Kecil Saja?

Anime bukan cuma buat anak kecil
Kredit: Dewipuspasari's Weblog

Buat kalian yang sudah berumur 18 tahun ke atas dan masih menyukai anime, pasti sudah tidak asing lagi dengan pertanyaan dan hinaan seperti "udah besar kok masih nonton anime?", "sadar woy, udah gede, masih aja nonton anime!".

Maka dari itu, untuk mengurangi keresahan kalian, admin Dewa Otaku akan membahas tentang "Benarkah Anime Hanya Untuk Anak Kecil Saja?". Namun, pembahasan ini hanya berdasarkan opini admin sendiri, dan bukan dari hasil penelitian oleh pihak luar.

Tentu bagi sebagian besar masyarakat, anime itu hanya dipandang sebagai kartun anak-anak lainnya, seperti Spongebob, Tom and Jerry, dan lain-lain. Padahal, anime merupakan kartun Jepang yang memiliki spesifikasi atau genre yang berbeda-beda, seperti genre: komedi, romantis, horor, bahkan hentai.

Jika memang anime hanya untuk anak kecil saja, lantas pertanyaan saya, "apakah anak kecil layak nonton hentai dan horor?" Tentu secara logis maka jawabannya adalah tidak pantas, sebab anak kecil akan meniru sebagian atau bahkan semua adegan yang pernah ia lihat, termasuk menonton.

Maka dari itu, anime bukan hanya khusus ditonton untuk anak-anak, tetapi dapat ditonton oleh anak-anak atau remaja hingga dewasa dengan genre yang sesuai dengan kelayakan umur masing-masing.

Lantas, apakah orang remaja dan dewasa salah menonton anime seperti Doraemon? Jika dilihat salah atau tidaknya, tergantung situasi dan kondisi dari sang penonton yang sudah remaja dan dewasa ini. Pertanyaan yang tepat adalah, "apakah anime tersebut mengganggu sekolah atau pekerjaan sehari-harinya?".

Jika sudah mendapat jawaban, maka sudah dapat dilihat apakah yang mereka lakukan adalah salah atau benar. Jika anime tersebut sampai mengganggu kehidupan sehari-harinya, seperti sekolah dan pekerjaannya, maka anime tersebut sudah selayaknya ditinggalkan untuk sementara atau selamanya. Namun, jika menonton anime hanya untuk menghibur diri dan tidak menganggu kehidupan sehari-hari, maka menonton anime bukanlah hal yang salah.

Namun, bagi sebagian orang memang akan menemukan kebahagiaannya masing-masing. Sudah sepatutnya kita saling mengurangi rasa ingin menghancurkan kebahagiaan orang lain selagi itu tidak merusak hidup kita.

Kesimpulan

Doraemon Wallpaper
Kredit: DekstopImages

Pada kesimpulannya, anime tidak hanya ditayangkan khusus untuk anak kecil saja. Anime boleh ditonton oleh semua kalangan umur, tergantung dari genre yang ditonton. Sesuaikan diri agar hobimu sendiri tidak sampai merusak dirimu sendiri.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda